\ Keselamatan Penerbangan - Penerbad / Indonesian Army Aviation

Archive Pages Design$type=blogging

    Keselamatan Penerbangan

    Keselamatan Penerbangan selalu terkait dengan faktor manusia. Oleh karena itu ditumbuhkan kultur keselamatan terbang dan kerja dalam setiap diri manusiayang berkecimpung dalam dunia penerbangan. Menganbil judul keselamatan Penerbangan dan kultur yang harus ditumbuhkan sejak dini. Staf Slambangja Puspenerbad dalam memberikan ceramah yang berkaitan dengan keselamatan terbang dan kerja, baik ditinjau dari kaca mata pimpinan ( Regulator ) dan tugas tugas ( mission ). Upaya pertumbuhan ” Kultur Keselamatan Penerbangan ” ini telah diangkat menjadi topik yangm hangat oleh majalah ” Angkasa ” dipenghujung tahun 2007. Kultur keselamatan ini perlu ditumbuhkan sedini mungkin karena kesalahan harus diterima sebagai keadaan normal dalam hubungan manusia dengan mesin ( Pesawat ). untuk menetralisir kesalahan pada manusia itu, ada 3 (Tiga) Barikade (Tahap), yaitu : - Training ( Pelatihan ) - Pengetahuan Teknologi - Pembuatan Regulasi atau Peraturan Ketiga Tahap itu harus ditunjang sebuah organisasi dan menagement yang baik. jika tidak dilaksanakan justru menjadi bahaya laten bagi dunia penerbangan. Menurut Pak Adhy Gunawan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, ” Mulai dari Top to Down ” . dengan kata lain faktor organisasi penting dalam membangun kultur keselamatan pada diri manusia. Sedangkan menurut Pak Buhdi Pradana dari STPI Curug berpendapat bahwa Human Factor merupakan interaksi antara manusia dan lingkungannya, mulai Software, Hardware Invironment dan liveware. Lain lagi menurut pendapat Marsda ( Pur ) F. Djoko Purwoko, mantan Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional tentang kultur keselamatan pada dasarnya sudah ada dalam diri manusia. ” tidak ada manusia yang mau celaka dan kecelakaan itu pasti tidak direncanakan ”. Dengan demikian jangan terlalu menyalahkanpersonel jika ia telah menjalankan aturan dengan baik dan benar. Sebaiknya menjadi tanggung jawab organisasi untuk membekalinya dengan keyakinan atas apa yang dilakukannya. Untuk itu harus ada pihak yang bertanggung jawab Bicara tentang keselamatan terbang dan kerja, tentunya pemeliharaan pesawat terbang juga menjadi bahaya laten manakala kegiatan pemeliharaanpesawat terbang tidak lagi mengindahkan aturan – aturan yang telah ditentukan pada buku pemeliharaan pesawat terbang maupun Fligt Manual Book, seperti : 1. Mampu melaksanakan Pre Fligt dan Post Fligt sesuai ketentuan yang telah dicantumkan pada Fligt Manual Book. 2. Berani secara jujur mengakui kekeliruann yang pernah dilakukan selama dalam pelaksanaan terbang dan ditulis dalam buku pemeliharaan (Log Book). 3. Melaksanakan pemeliharaan terjadwal sesuai rating pesawat. 4. Melaksanakan perbaikan, penggantian componen sesuai dengan TSN,TSO, Retire Life, Calender Time, dll. 5. Melaksanakan pengujian terbang (Test Flight) dengan ketentuan Flight manual. 6. Menulis segala kelainan pesawat dan menindaklanjuti perbaikannya. 7. Harus ada keberanian utk meng ” Grounded ” pesawat manakala kondisi pesawat, menunjukan instrument diluar limitasi yang ditentukan. 8. Mendiskusikan bilamana terjadi kelainan yang dialami selama dalam pengoperasian pesawat terbang tersebut. 9. Disamping hal-hal tersebut diatas tidak kala penting dalam setiap pemeliharaan pesawat terbang baik dalam pemeriksaan dan perbaikan dengan menggunakan tools, special tools, consumable yang sesuai. Sehingga tidak merusak kondisi fisik dari komponen tersebut Ditahun sebelumnya banyak kejadian yang perlu mendapatkan perhatian dari kita semua, bahkan musibah yang merusak materiil utama kita, sulit dibayangkan kalau kita harus mengalami lagi kejadian dan musibah yang sama terhadap pesawat terbang yang menjadi tanggung jawab Penerbangan Angkatan Darat. Lebih lebih kalau penyebabnya berasal dari kecerobohan, dan ketidak jujuran personel itu sendiri. Keberhasilan dan kegagalan tentunya telah mengiringi kerja keras kita selama ini. Kisah sukses membuat kita lelah selama ini seperti menyuap. Dan sebaliknya kegagalan membuat perjalanan selama ini seperti dihantui kegetiran. Untuk itu sebagai Manusia yang berbudi dan berakal tentunya tidak lupa untuk selalu berupaya dan berbuat untuk mencapai tingkat paling minimal musibah itu terjadi ditahun mendatang. Semoga segala karya kita selama ini sebagai insan prajurit Wira Amur selalu mendapat lindungan yang kuasa. Amiiiin

    Keselamatan Penerbangan di Penerbad


    Keselamatan Penerbangan selalu terkait dengan faktor manusia. Oleh karena itu ditumbuhkan kultur keselamatan terbang dan kerja dalam setiap diri manusiayang berkecimpung dalam dunia penerbangan. Menganbil judul keselamatan Penerbangan dan kultur yang harus ditumbuhkan sejak dini. Staf Slambangja Puspenerbad dalam memberikan ceramah yang berkaitan dengan keselamatan terbang dan kerja, baik ditinjau dari kaca mata pimpinan ( Regulator ) dan tugas tugas ( mission ).  
    Upaya pertumbuhan ” Kultur  Keselamatan Penerbangan ” ini telah diangkat menjadi topik yangm hangat oleh majalah ” Angkasa ” dipenghujung tahun 2007. Kultur keselamatan ini perlu ditumbuhkan sedini mungkin karena kesalahan harus diterima  sebagai keadaan normal dalam hubungan manusia dengan mesin ( Pesawat ).
    untuk  menetralisir kesalahan pada manusia itu, ada 3 (Tiga) Barikade (Tahap),  yaitu :
    -                Training ( Pelatihan )
    -                Pengetahuan Teknologi
    -                Pembuatan Regulasi  atau Peraturan
    Ketiga Tahap itu harus ditunjang sebuah organisasi dan menagement yang baik. jika tidak dilaksanakan justru menjadi bahaya laten bagi dunia penerbangan.
                   
    Menurut Pak Adhy Gunawan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, ” Mulai dari Top to Down ” . dengan kata lain faktor organisasi penting dalam membangun kultur keselamatan pada diri manusia.
    Sedangkan menurut Pak Buhdi Pradana dari STPI Curug berpendapat bahwa Human Factor merupakan interaksi antara manusia dan lingkungannya, mulai Software, Hardware Invironment dan liveware.
    Lain lagi menurut pendapat Marsda ( Pur ) F. Djoko Purwoko, mantan Panglima Komando Pertahanan  Udara Nasional tentang kultur keselamatan pada dasarnya sudah ada dalam diri manusia. ” tidak ada manusia yang mau celaka dan kecelakaan itu pasti tidak direncanakan ”.  Dengan demikian jangan terlalu menyalahkanpersonel jika ia telah menjalankan aturan dengan baik dan benar. Sebaiknya menjadi tanggung jawab organisasi untuk membekalinya dengan keyakinan atas apa yang dilakukannya. Untuk itu harus ada pihak yang bertanggung jawab
    Bicara tentang keselamatan terbang dan kerja, tentunya pemeliharaan pesawat terbang juga menjadi bahaya laten manakala kegiatan pemeliharaanpesawat terbang tidak lagi mengindahkan aturan – aturan yang telah ditentukan pada buku pemeliharaan pesawat terbang maupun Fligt Manual Book, seperti               :
    1.        Mampu melaksanakan Pre Fligt dan Post Fligt sesuai ketentuan  yang telah dicantumkan pada Fligt Manual Book.
    2.        Berani secara jujur mengakui kekeliruann yang pernah dilakukan selama dalam pelaksanaan terbang dan ditulis dalam buku pemeliharaan (Log Book).
    3.        Melaksanakan pemeliharaan terjadwal sesuai rating pesawat.
    4.        Melaksanakan perbaikan, penggantian componen sesuai dengan TSN,TSO, Retire Life, Calender Time, dll.
    5.        Melaksanakan pengujian terbang (Test Flight) dengan ketentuan Flight manual.
    6.        Menulis segala kelainan pesawat dan menindaklanjuti perbaikannya.
    7.        Harus ada keberanian utk meng ” Grounded ” pesawat manakala kondisi pesawat, menunjukan instrument diluar limitasi yang ditentukan.
    8.        Mendiskusikan bilamana terjadi kelainan yang dialami selama dalam pengoperasian pesawat terbang tersebut.
    9.        Disamping hal-hal tersebut diatas tidak kala penting dalam setiap pemeliharaan pesawat terbang baik dalam pemeriksaan dan perbaikan dengan menggunakan tools, special tools, consumable yang sesuai. Sehingga tidak merusak kondisi fisik dari komponen tersebut    
    Ditahun sebelumnya banyak kejadian yang perlu mendapatkan perhatian dari kita semua, bahkan musibah yang merusak materiil utama kita, sulit dibayangkan kalau kita harus mengalami lagi kejadian dan musibah yang sama terhadap pesawat terbang yang menjadi tanggung jawab Penerbangan Angkatan Darat. Lebih lebih kalau penyebabnya berasal dari kecerobohan, dan ketidak jujuran personel itu sendiri.
    Keberhasilan dan kegagalan tentunya telah mengiringi kerja keras kita selama ini. Kisah sukses membuat kita lelah selama ini seperti menyuap. Dan sebaliknya kegagalan membuat perjalanan selama ini seperti dihantui kegetiran. Untuk itu sebagai Manusia yang berbudi dan berakal tentunya tidak lupa untuk selalu berupaya dan berbuat untuk mencapai tingkat paling minimal musibah itu terjadi ditahun mendatang. Semoga segala karya kita selama ini sebagai insan prajurit Wira Amur selalu mendapat lindungan yang kuasa. Amiiiin


    Nama

    Alutsista Berita Galeri Ilmu Penerbangan Info Karya Tulis Kesehatan Latihan Motivasi Olahraga Persit Profil Religi Safety Flying Slambangja Teknologi Tips
    false
    ltr
    item
    Penerbad / Indonesian Army Aviation: Keselamatan Penerbangan
    Keselamatan Penerbangan
    Keselamatan Penerbangan selalu terkait dengan faktor manusia. Oleh karena itu ditumbuhkan kultur keselamatan terbang dan kerja dalam setiap diri manusiayang berkecimpung dalam dunia penerbangan. Menganbil judul keselamatan Penerbangan dan kultur yang harus ditumbuhkan sejak dini. Staf Slambangja Puspenerbad dalam memberikan ceramah yang berkaitan dengan keselamatan terbang dan kerja, baik ditinjau dari kaca mata pimpinan ( Regulator ) dan tugas tugas ( mission ). Upaya pertumbuhan ” Kultur Keselamatan Penerbangan ” ini telah diangkat menjadi topik yangm hangat oleh majalah ” Angkasa ” dipenghujung tahun 2007. Kultur keselamatan ini perlu ditumbuhkan sedini mungkin karena kesalahan harus diterima sebagai keadaan normal dalam hubungan manusia dengan mesin ( Pesawat ). untuk menetralisir kesalahan pada manusia itu, ada 3 (Tiga) Barikade (Tahap), yaitu : - Training ( Pelatihan ) - Pengetahuan Teknologi - Pembuatan Regulasi atau Peraturan Ketiga Tahap itu harus ditunjang sebuah organisasi dan menagement yang baik. jika tidak dilaksanakan justru menjadi bahaya laten bagi dunia penerbangan. Menurut Pak Adhy Gunawan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, ” Mulai dari Top to Down ” . dengan kata lain faktor organisasi penting dalam membangun kultur keselamatan pada diri manusia. Sedangkan menurut Pak Buhdi Pradana dari STPI Curug berpendapat bahwa Human Factor merupakan interaksi antara manusia dan lingkungannya, mulai Software, Hardware Invironment dan liveware. Lain lagi menurut pendapat Marsda ( Pur ) F. Djoko Purwoko, mantan Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional tentang kultur keselamatan pada dasarnya sudah ada dalam diri manusia. ” tidak ada manusia yang mau celaka dan kecelakaan itu pasti tidak direncanakan ”. Dengan demikian jangan terlalu menyalahkanpersonel jika ia telah menjalankan aturan dengan baik dan benar. Sebaiknya menjadi tanggung jawab organisasi untuk membekalinya dengan keyakinan atas apa yang dilakukannya. Untuk itu harus ada pihak yang bertanggung jawab Bicara tentang keselamatan terbang dan kerja, tentunya pemeliharaan pesawat terbang juga menjadi bahaya laten manakala kegiatan pemeliharaanpesawat terbang tidak lagi mengindahkan aturan – aturan yang telah ditentukan pada buku pemeliharaan pesawat terbang maupun Fligt Manual Book, seperti : 1. Mampu melaksanakan Pre Fligt dan Post Fligt sesuai ketentuan yang telah dicantumkan pada Fligt Manual Book. 2. Berani secara jujur mengakui kekeliruann yang pernah dilakukan selama dalam pelaksanaan terbang dan ditulis dalam buku pemeliharaan (Log Book). 3. Melaksanakan pemeliharaan terjadwal sesuai rating pesawat. 4. Melaksanakan perbaikan, penggantian componen sesuai dengan TSN,TSO, Retire Life, Calender Time, dll. 5. Melaksanakan pengujian terbang (Test Flight) dengan ketentuan Flight manual. 6. Menulis segala kelainan pesawat dan menindaklanjuti perbaikannya. 7. Harus ada keberanian utk meng ” Grounded ” pesawat manakala kondisi pesawat, menunjukan instrument diluar limitasi yang ditentukan. 8. Mendiskusikan bilamana terjadi kelainan yang dialami selama dalam pengoperasian pesawat terbang tersebut. 9. Disamping hal-hal tersebut diatas tidak kala penting dalam setiap pemeliharaan pesawat terbang baik dalam pemeriksaan dan perbaikan dengan menggunakan tools, special tools, consumable yang sesuai. Sehingga tidak merusak kondisi fisik dari komponen tersebut Ditahun sebelumnya banyak kejadian yang perlu mendapatkan perhatian dari kita semua, bahkan musibah yang merusak materiil utama kita, sulit dibayangkan kalau kita harus mengalami lagi kejadian dan musibah yang sama terhadap pesawat terbang yang menjadi tanggung jawab Penerbangan Angkatan Darat. Lebih lebih kalau penyebabnya berasal dari kecerobohan, dan ketidak jujuran personel itu sendiri. Keberhasilan dan kegagalan tentunya telah mengiringi kerja keras kita selama ini. Kisah sukses membuat kita lelah selama ini seperti menyuap. Dan sebaliknya kegagalan membuat perjalanan selama ini seperti dihantui kegetiran. Untuk itu sebagai Manusia yang berbudi dan berakal tentunya tidak lupa untuk selalu berupaya dan berbuat untuk mencapai tingkat paling minimal musibah itu terjadi ditahun mendatang. Semoga segala karya kita selama ini sebagai insan prajurit Wira Amur selalu mendapat lindungan yang kuasa. Amiiiin
    http://1.bp.blogspot.com/-xZwr5pM07WQ/Vb0oDnzX-EI/AAAAAAAAAB8/bXWEwRQ2z5I/s400/runway_lighting.jpg
    http://1.bp.blogspot.com/-xZwr5pM07WQ/Vb0oDnzX-EI/AAAAAAAAAB8/bXWEwRQ2z5I/s72-c/runway_lighting.jpg
    Penerbad / Indonesian Army Aviation
    http://www.penerbad.my.id/2014/06/keselamatan-penerbangan-di-penerbad.html
    http://www.penerbad.my.id/
    http://www.penerbad.my.id/
    http://www.penerbad.my.id/2014/06/keselamatan-penerbangan-di-penerbad.html
    true
    8029205203618532175
    UTF-8
    Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Batal Hapus Oleh Home PAGES POSTS View All Disarankan Untuk Anda LABEL ARCHIVE Cari Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago